-->
Reff: https://youtube.com/@ngulikquran1506?si=Wm1HK4IzbIwm808f
Reff : https://youtube.com/@syaifulkarim6981?si=VTXYME7sSzc41K2a
Reff : https://youtube.com/@mjschannel?si=baZTpvRMcoDc-a_x
Ilmu Pengetahuan Islam, Kesehatan dan Umum
-->
Reff: https://youtube.com/@ngulikquran1506?si=Wm1HK4IzbIwm808f
Reff : https://youtube.com/@syaifulkarim6981?si=VTXYME7sSzc41K2a
Reff : https://youtube.com/@mjschannel?si=baZTpvRMcoDc-a_x
أَفْضَلُ الصَّدَقَةِ سَفْيُ الْمَاءِ
Artinya: "Sebaik-baik sedekah adalah mengalirkan (menyediakan) air" (HR Ibnu Majah).٢٥٤٢ - (صَحِيحُ) أَخْبَرَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ، قَالَ: حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، قَالَ: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ عُمَارَةَ بْنِ الْقَعْقَاعِ، عَنْ أَبِي زُرْعَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَجُلٌ: يَا رَسُولَ اللَّهِ! أَيُّ الصَّدَقَةِ أَفْضَلُ؟ قَالَ: أَنْ تَصَدَّقَ وَأَنْتَ صَحِيحٌ شَحِيحٌ، تَأْمُلُ الْعَيْشَ، وَتَخْشَى الْفَقْرَ إِرْوَاءُ الغَلِيلِ ) ١٦٠٢(، صَحِيحُ أَبِي دَاوُد)٢٥٥١(، ق].
Artinya: "Mahmud bin Ghailan mengabarkan bahwa Waki mengatakan dari Sufyan dari Umarah bin al-Qa'qa dari Abu Zur'ah dari Abu Hurairah bahwa seseorang pernah bertanya kepada Rasulullah SAW, 'wahai Rasulullah! Sedekah apakah yang paling utama' Lalu beliau menjawab, "kamu bersedekah saat kamu sedang sehat, sangat menyukai harta benda, mengharapkan hidup (yang panjang), dan takut miskin'" (Irwaa'ul Ghaliil No. 1602, Shahih Abu Dawud No. 2551 dan Muttafaq 'alaih).
5. Sedekah suami kepada istrinyaوَعَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ) " تَصَدَّقُوا " فَقَالَ رَجُلٌ: يَا رَسُولَ اللَّهِ, عِنْدِي دِينَارٌ قَالَ: " تَصَدَّقْ بِهِ عَلَى نَفْسِكَ " قَالَ: عِنْدِي آخَرُ, قَالَ : " تَصَدَّقْ بِهِ عَلَى وَلَدِكَ " قَالَ: عِنْدِي آخَرُ, قَالَ : " تَصَدَّقَ بِهِ عَلَى حَادِمِكَ " قَالَ: عِنْدِي آخَرُ, قَالَ : " أَنْتَ أَبْصَرُ ". رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ وَالنَّسَائِيُّ, وَصَحْحَهُ إِبْنُ حِبَّانَ وَالْحَاكِمُ
Artinya: "Dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, "Bersedekahlah." Lalu seorang laki-laki berkata, "Wahai Rasulullah, aku mempunyai satu dinar? Kemudian Rasul mengatakan, "Bersedekahlah pada dirimu sendiri." Orang itu lalu berkata, "Aku mempunyai yang lain." Beliau bersabda, "Sedekahkan untuk anakmu." Orang itu berkata, "Aku masih mempunyai yang lain." Beliau bersabda, "Sedekahkan untuk istrimu." Orang itu berkata lagi, "Aku masih punya yang lain." Rasul menjawab, "Sedekahkan untuk pembantumu." Orang itu berkata lagi, "Aku masih mempunyai yang lain." Rasul bersabda untuk yang terakhir kalinya, "Kamu lebih mengetahui penggunaannya." (HR Abu Dawud dan Nasa'i, dinilai shahih oleh Ibnu Hibban dan Hakim).
Sedekah merupakan amalan yang paling mudah dikerjakan, bahkan ada sedekah yang tidak memerlukan harta. Senyum dan salam yang tulus kepada sesama juga merupakan bentuk sedekah. [detik.com]1. Larva nyamuk menghasilkan zat nitrogen yang berguna bagi ekosistem tanaman.
Selain oksigen dan unsur kimia lainnya, nitrogen merupakan unsur kimia yang juga penting bagi makhluk hidup. Kandungan nitrogen dipastikan ada dalam setiap tubuh makhluk hidup, misalnya pada zat penyusun kehidupan (asam amino) juga tersusun dari unsur nitrogen.
2. Nyamuk bermanfaat untuk proses penyerbukan tanaman coklat, karenanya jika spesies nyamuk hilang akan menghambat penyebaran dan penyerbukan coklat secara alami.
Penyerbukan adalah peristiwa jatuhnya serbuk sari di atas kepala putik. Penyerbukan diikuti dengan terjadinya pembuahan.
3. Nyamuk dapat membantu menyebarkan bakteri pathogen.
Pathogen adalah mikroorganisme yang dapat menyebabkan infeksi pada manusia maupun hewan. Meski termasuk sebagai kuman, probiotik dan flora normal ini tidak menimbulkan penyakit, tetapi justru melindungi tubuh manusia dari berbagai patogen pemicu infeksi dan penyakit.
4. Nyamuk berfungsi sebagai rantai makanan spesies lain, seperti kodok, cicak, hingga ikan-ikan yang rasanya nikmat dan akhirnya bisa untuk disantap oleh manusia.
5. Nyamuk sebagai indikator dini berbagai permasalahan kesehatan.
Ia mampu mendeteksi perubahan suhu hingga derajat yang sangat kecil, dan menyedot darah yang kerbau asam seperti asam laktat, asam urat, serta yang berbau kolesterol.
6. Nyamuk dapat menghisap darah kotor yang merugikan dalam tubuh manusia, di mana tubuh manusia secara otomatis akan memproduksi darah baru lengkap dengan hemoglobin yang berkurang tadi.
7. Nyamuk bisa mengurangi populasi mikroorganisme dari bakteri, terutama bakteri parasit yang terdapat pada air kotor.
8. Keberadaan nyamuk untuk memotivasi manusia agar hidup lebih sehat, membuat manusia menutup tempat penyimpanan air agar tidak terkotori.
"Akhir dari semua tanda itu adalah api yang keluar dari Yaman, menggiring manusia ke tempat mereka dihimpun."
"Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas air (laut) kemudian ia mengutus bala tentaranya."
Dari An-Nuwas Rasulullah SAW bersabda, "Kemudian Allah SWT mengeluarkan Yajuj dan Majuj, mereka turun dengan cepat dari bukit-bukit yang tinggi. Setelah itu gerombolan atau barisan pertama dari mereka melewati Danau Thabariyah dan meminum habis semua air dalam danau tersebut."
NO NAMA SURAH JUMLAH AYAT
1 Al Fatihah (Pembuka) 7
2 Al Baqarah (Sapi Betina) 286
3 Ali Imran (Keluarga Imran) 200
4 An Nisa (Wanita) 176
5 Al Ma'idah (Jamuan) 120
6 Al An'am (Hewan Ternak) 165
7 Al-A'raf (Tempat yang Tertinggi) 206
8 Al-Anfal (Harta Rampasan Perang) 75
9 At-Taubah (Pengampunan) 129
10 Yunus (Nabi Yunus) 109
11 Hud (Nabi Hud) 123
12 Yusuf (Nabi Yusuf) 111
13 Ar-Ra'd (Guruh) 43
14 Ibrahim (Nabi Ibrahim) 52
15 Al-Hijr (Gunung Al Hijr) 99
16 An-Nahl (Lebah) 128
17 Al-Isra' (Perjalanan Malam) 111
18 Al-Kahfi (Penghuni-penghuni Gua) 110
19 Maryam (Maryam) 98
20 Ta Ha (Ta Ha) 135
21 Al-Anbiya (Nabi-Nabi) 112
22 Al-Hajj (Haji) 78
23 Al-Mu'minun (Orang-orang mukmin) 118
24 An-Nur (Cahaya) 64
25 Al-Furqan (Pembeda) 77
26 Asy-Syu'ara' (Penyair) 227
27 An-Naml (Semut) 93
28 Al-Qasas (Kisah-kisah) 88
29 Al-'Ankabut (Laba-laba) 69
30 Ar-Rum (Bangsa Romawi) 60
31 Luqman (Keluarga Luqman) 34
32 As-Sajdah (Sajdah) 30
33 Al-Ahzab (Golongan-golongan
yang Bersekutu) 73
34 Saba' (Kaum Saba') 54
35 Fatir (Pencipta) 45
36 Ya Sin (Yaasiin) 83
37 As-Saffat (Barisan-barisan) 182
38 Sad (Shaad) 88
39 Az-Zumar (Rombongan-rombongan) 75
40 Ghafir (Yang Mengampuni) 85
41 Fussilat (Yang Dijelaskan) 54
42 Asy-Syura (Musyawarah) 53
43 Az-Zukhruf (Perhiasan) 89
44 Ad-Dukhan (Kabut) 59
45 Al-Jasiyah (Yang Bertekuk Lutut) 37
46 Al-Ahqaf (Bukit-bukit Pasir) 35
47 Muhammad (Nabi Muhammad) 38
48 Al-Fath (Kemenangan) 29
49 Al-Hujurat (Kamar-kamar) 18
50 Qaf (Qaaf) 45
51 Az-Zariyat (Angin yang Menerbangkan) 60
52 At-Tur (Bukit) 49
53 An-Najm (Bintang) 62
54 Al-Qamar (Bulan) 55
55 Ar-Rahman (Yang Maha Pemurah) 78
56 Al-Waqi'ah (Hari Kiamat) 96
57 Al-Hadid (Besi) 29
58 Al-Mujadilah (Wanita yang
Mengajukan Gugatan) 22
59 Al-Hasyr (Pengusiran) 24
60 Al-Mumtahanah (Wanita yang Diuji) 13
61 As-Saff (Satu Barisan) 14
62 Al-Jumu'ah (Hari Jum'at) 11
63 Al-Munafiqun (Orang-orang
yang Munafik) 11
64 At-Tagabun (Hari Dinampakkan
Kesalahan-kesalahan) 18
65 At-Talaq (Talak) 12
67 At-Tahrim (Mengharamkan) 12
67 Al-Mulk (Kerajaan) 30
68 Al-Qalam (Pena) 52
69 Al-Haqqah (Hari Kiamat) 52
70 Al-Ma'arij (Tempat Naik) 44
71 Nuh (Nabi Nuh) 28
72 Al-Jinn (Jin) 28
73 Al-Muzzammil (Orang yang Berselimut) 20
74 Al-Muddassir (Orang yang Berkemul) 56
75 Al-Qiyamah (Kiamat) 40
76 Al-Insan (Manusia) 31
77 Al-Mursalat (Malaikat-Malaikat
Yang Diutus) 50
78 An-Naba' (Berita Besar) 40
79 An-Nazi'at (Malaikat-Malaikat
Yang Mencabut) 46
80 'Abasa (Ia Bermuka Masam) 42
81 At-Takwir (Menggulung) 29
82 Al-Infitar (Terbelah) 19
83 Al-Tatfif (Orang-orang yang Curang) 36
84 Al-Insyiqaq (Terbelah) 25
85 Al-Buruj (Gugusan Bintang) 22
86 At-Tariq (Yang Datang di Malam Hari) 17
87 Al-A'la (Yang Paling Tinggi) 19
88 Al-Gasyiyah (Hari Pembalasan) 26
89 Al-Fajr (Fajar) 30
90 Al-Balad (Negeri) 20
91 Asy-Syams (Matahari) 15
92 Al-Lail (Malam) 21
93 Ad-Dhuha (Waktu Matahari Sepenggalahan Naik) 11
94 Al-Insyirah (Melapangkan) 8
95 At-Tin (Buah Tin) 8
96 Al-'Alaq (Segumpal Darah) 19
97 Al-Qadr (Kemuliaan) 5
98 Al-Bayyinah (Pembuktian) 8
99 Az-Zalzalah (Kegoncangan) 8
100 Al-'Adiyat (Berlari Kencang) 11
101 Al-Qari'ah (Hari Kiamat) 11
102 At-Takasur (Bermegah-megahan) 8
103 Al-'Asr (Masa) 3
104 Al-Humazah (Pengumpat) 9
105 Al-Fil (Gajah) 5
106 Quraisy (Suku Quraisy) 4
107 Al-Ma'un (Barang-barang yang Berguna) 7
108 Al-Kautsar (Nikmat yang Berlimpah) 3
109 Al-Kafirun (Orang-orang Kafir) 6
110 An-Nasr (Pertolongan) 3
111 Al-Lahab (Gejolak Api) 5
112 Al-Ikhlas (Ikhlas) 4
113 Al-Falaq (Waktu Subuh) 5
114 An-Nas (Umat Manusia) 6
https://ramalanartinama.com/terjemahan-alquran.html
Shohih al-Bukhori:1299
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا: أَنَّ رَجُلاً قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
إِنَّ أُمِّي افْتُلِتَتْ نَفْسُهَا وَأَظُنُّهَا لَوْ تَكَلَّمَتْ تَصَدَّقَتْ فَهَلْ لَهَا أَجْرٌ إِنْ تَصَدَّقْتُ عَنْهَا قَالَ: نَعَمْ.
Dari Aisyah ra: Bahwa ada seorang laki-laki yang berkata kepada Nabi saw:
Ibuku meninggal dunia dengan mendadak, dan aku menduga seandainya dia sempat berbicara dia akan bersedekah. Apakah dia akan memperoleh pahala jika aku bersedekah atas namanya? Beliau menjawab: Ya.
Pesan :
Bersedekah atas nama orang yang sudah meninggal diperbolehkan dalam Islam, dengan harapan pahala untuk orang yang sudah meninggal itu terus mengalir. Meski orang itu tidak bisa melakukan apa-apa di dunia, namun ahli warisnya yang shalehlah yang terus mendoakannya dan bersedekah atas namanya sehingga menjadi amal jariyah yang tidak terputus baginya. (wa group Paradigma)
Mari kita awali pagi ini dengan membaca: Bismillahiirramanirahim
Dilanjutkan dengan membaca:
1. Mahkota Dzikir :
Laa ilaaha illAllahu wahdahu laa syarikalah lahul mulku wallahul hamdu wahuwa 'alaa kulli sya'in qadiir.
2. Mahkota Tasbih :
Subhanallah wabihamdihi 'adada khalqihii waridha nafsihii wa zinata 'arsyihii wll midaada kalimaatihi
3. Mahkota Doa :
Rabbanaa aatinaa fiddunyaa hasanah wafil 'aakhirati hasanatau waqinaa 'adzaa bannaar
4. Mahkota Istighfar :
Allahumma Anta rabbii Laa ilaaha illaa anta, khalaktani wa anaa abduka wa anaa 'alaa 'ahdika wawa'dika mas tatha'tu, a' uudzubika min
syarri maa shana'tu, wa abuu'u laka bini'matika 'alayya wa abuu'u bidzanmbii faghfirlii fa innahu laa yaghfirufz
dzunuuba illaa anta.
5. Mahkota Perlindungan :
Bismillaahil ladzii laa yadhurru ma'asmihi syai'un fil Ardhi walaa fis-samaa-i wahuwas samii'ul 'aliim.
6. Mahkota Pelepas Bencana :
Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minadzh-dzhalimiin.
7. Mahkota Penenang Hati :
Laa haula walau quwwata illaa bilaahil 'aliyyil 'adzhiim.
Saudaraku...
-Jadikanlah Mahkota-mahkota ini menghiasi kepalamu dan membasahi lisanmu.
-Bagikan Doa-doa ini dgn niat baik mudah-mudahan Allah
mengangkat segala cobaan dan musibah kita di dunia dan di akhirat. Aamiiin ya robbal 'alamiin
Mari amalkan dan bagikan karena engkau tidak tahu pahala mana yang akan memasukkanmu ke dalam Surga Allah..
Subhanalloh semoga bermanfaat. Aamiin...
Selamat beraktivitas sahabat sholeh sholehah-ku. Semoga kita selalu diberikan kelancaran urusan dan penuh keberkahan. Aamiin Yaa Robbal'alamiin (wa lily )
Al-Wahidi dan ats-Tsa’labi meriwayatkan dari jalur al-Kalbi dari Abu Shaleh dari Ibnu Abbas, dia berkata,
“Ayat ini turun pada orang- orang Yahudi Madinah. Ketika itu salah seorang dari mereka berkata kepada keluarga menantu, para kerabat, dan orang-orang yang mempunyai hubungan sesusuan dengannya yang semuanya adalah muslim, 'Tetaplah pada agama kalian dan pada apa yang diperintahkan oleh orang itu (Muhammad) karena apa yang diperintahkannya adalah benar.”
Ketika itu, orang-orang Yahudi memang terbiasa menganjurkan hal itu kepada orang-orang, namun mereka sendiri tidak melakukannya.<<sip>>
lbnu Jarir meriwayatkan dari as-Suddi dengan sanad-sanadnya, bahwa ketika Allah membuat dua perumpamaan untuk orang-orang munafik, yaitu dalam firman-Nya,
“Perumpamaan mereka seperti orang-orang yang menyalakan api, …” (al- Baqarah: 17)
Dan firman-Nya,
"Atau seperti (orang yang ditimpa) hujan lebat dari /angit, …’’(al-Baqarah: 19)
Orang-orang munafik berkata,
“Allah sangat agung dan mulia, tidak layak bagi-Nya membuat perumpamaan-perumpamaan ini.”
Maka Allah menurunkan firman-Nya,
“Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan …,” hingga firman-Nya, “… .Mereka itulah orang-orang yang rugi.” (al-Baqarah: 26-27)
Al-Wahidi meriwayatkan dari jalur Abdul Ghani bin Sa’id ats- Tsaqafi dari Musa bin Abdirrahman dari lbnu Juraij dari Atha’ dari Ibnu Abbas, dia berkata, "Allah menyebutkan kondisi Tuhan-tuhan orangg-orang musyrik dalam firman-Nya,
‘Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, …"’ (al-Hajj: 73)
Dan ketika Allah menyebutkan tipu daya para Tuhan tersebut, Allah mengumpamakannya seperti rumah laba-laba. Maka orang- orang munafik berkata,
“Tidakkah kalian lihat, ketika Allah menyebutkan lalat dan laba-laba dalam Al-Qur’an yang diturunkan kepada Muhammad, apa yang bisa Dia lakukan dengan keduanya?”
Maka Allah menurunkan ayat ini.
Namun Abdul Ghani-salah satu perawinya-sangat lemah. Abdurrazzaq di dalam tafsirnya, berkata,
“Muammar memberitahu kami dari Qatadah, 'Ketika Allah menyebutkan laba-laba dan lalat, orang-orang musyrik berkata, ‘Mengapa laba-laba dan lalat di- sebutkan dalam Al-Qur’an?’ Maka Allah menurunkan ayat ini.”’
Ibnu Abi Hatim dari Hasan al-Bashri, dia berkata, "Ketika turun firman Allah,
'Wahai manusia! Telah dibuat suatu perumpamaan…" (al-Hajj: 73)
Orang-orang musyrik berkata,"Ini bukan termasuk perumpamaan-perumpamaan,’ atau, ‘Ini tidak menyerupai perumpamaan- perumpamaan.’ Maka Allah menurunkan firman-Nya,
‘Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan…"’ (al- Baqarah: 26)
Saya katakan, "Pendapat yang pertama lebih benar sanadnya dan lebih sesuai dengan awal surah. Dan penyebutan tentang orang-orang musyrik tidak sesuai dengan status surah ini sebagai surah Madianiyyah.
Adapun riwayat yang saya sebutkan dari Qatadah dan Hasan al-Bashri, disebutkan oleh al-Wahidi dari mereka tanpa sanad, dengan lafazh, ‘Orang-orang Yahudi berkata … .’, dan ini lebih sesuai." <<sip>>
lbnu Jarir meriwayatkan dari jalur as-Suddi al-Kabir dari Abu Malik ’ dan Abu Shaleh dari Ibnu Abbas dan dari Murrah dari lbnu Mas’ud dari sejumlah saha at, mereka berkata, "Dulu ada dua orang munafik penduduk Madinah melarikan diri dari Rasulullah menuju tempat orang-orang musyrik. Di perjalanan hujan lebat mengguyur mereka. Hujan tersebut sebagaimana disebutkan oleh Allah. swt. bahwa di dalamnya terdapat petir yang dahsyat dan kilat yang menyambar- nyambar. Setiap kali petir menggelegar, mereka menutupkan jari-jari mereka ke telinga mereka karena takut suara petir itu masuk ke gendang telinga mereka dan membunuh mereka.
Dan ketika sinar kilat berkelebat, mereka berjalan menuju cahayanya. Jika tidak ada cahaya kilat, mereka tidak dapat melihat apa-apa. Lalu keduanya kembali pulang ke tempat mereka, dan keduanya berkata,
“Seandainya saat ini pagi sudah tiba, tentu kita segera menemui Muhammad, lalu kita menyerahkan tangan kita ke tangan beliau.”
Kemudian ketika pagi tiba, keduanya menemui.beliau, lalu masuk Islam dan menyerahkan tangan mereka ke tangan beliau. Setelah itu keduanya menjadi muslirn yang baik. Lalu Allah menjadikan keadaan kedua munafik itu sebagai perumpamaan bagi orang-orang munafik yang ada di Madinah."
Setiap kali orang-orang munafik Madinah tersebut menghadiri majelis Nabi saw., mereka meletakkan jari-jari mereka di telinga karena takut mendengar jika ada wahyu yang turun yang berkenaan dengan mereka atau mereka diingatkan dengan sesuatu yang bisa membuat mereka mati ketakutan. Hal ini sebagaimana dua orang munafik tadi yang menutupkan jari-jari mereka ke telinga mereka.
“… Setiap kali (kilat itu) menyinari, mereka berjalan di bawah (sinar) itu, …” (al-Baqarah: 20)
Jika orang-orang muslim mempunyai harta dan anak-anak yang banyak, serta mendapatkan ghanimah atau kemenangan, mereka ikut di dalamnya dan berkata,
“Sesungguhnya agama Muhammad saw. saat ini adalah benar.”
Maka mereka pun istiqamah di dalamnya, sebagaimana dua orang munafik tersebut yang berjalan di bawah sinar kilat setiap kali sinarnya menyinari.
“… dan apabila gelap menerpa mereka, mereka berhenti…”(al-Baqarah: 20)
Jika harta dan anak-anak orang-orang muslim sedikit, dan mereka tertimpa kesulitan, mereka pun berkata,
“Ini karena agama Muhammad.” Maka, mereka pun keluar dari Islam (murtad) dan menjadi orang-orang kafir, sebagaimana dikatakan dua orang munafik tersebut di atas, ketika kilat tidak menyinari mereka. <<sip>>
Meskipun keberadaan surat Al Fatihah dan artinya di awal al Quran, namun surat ini bukanlah surat yang pertama diturunkan oleh Allah Swt. Kitab Tafsir Al Baghowi menjelaskan surat Al Fatiha dan artinya turun setelah surat Al Hijr, sebagaimana dijelaskan dalam ayat 87:
“ Dan sungguh Kami telah memberikan kepadamu (Muhammad) tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang, dan Al Quran yang agung.”
Sebagaimana diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib, menantu Rasulullah Saw, “ surat Al Fatihah turun di Mekah dari perbendaharaan di bawah ‘arsy.”
Riwayat lain menyebutkan, Amr bin Shalih bertutur kepada Kami, “ ayahku bertutur kepadaku, dari Al Kalbi, dari Abu Shalih, dari Ibnu Abbas, ia berkata: “ Nabi berdiri di Mekah, lalu beliau membaca ‘dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, Segala puji bagi Allah Tuhan semesta Alam. Kemudian orang-orang Quraisy mengatakan, “ semoga Allah menghancurkan mulutmu (atau kalimat senada).”
Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah Saw bersabda sata Ubay bin Ka’ab membacakan Ummul Quran pada beliau, “ Demi zat yang jiwaku ada di tangan-Nya, Allah tidak menurunkan semisal surat ini di dalam Taurat, Injil, Zabur dan Al Quran. Sesungguhnya surat ini adalah as-sab’ul matsani (tujuh kalimat pujian) dan Al Quran Al Adzim yang diberikan kepadaku.”<<Sip>>