Daftar Kategori :

Pilih Bahasa :

Tampilkan postingan dengan label Al Quran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Al Quran. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Desember 2024

Kumpulan Channel Tafsir Quran Hakekat & Ilmu Pengetahuan Alam Semesta

 -->

 

Reff: https://youtube.com/@ngulikquran1506?si=Wm1HK4IzbIwm808f

Reff : https://youtube.com/@syaifulkarim6981?si=VTXYME7sSzc41K2a

Reff : https://youtube.com/@mjschannel?si=baZTpvRMcoDc-a_x

Selasa, 06 Juni 2023

Kepada Siapa Sedekah Paling Utama? Ini Penjelasan Hadits Rasulullah SAW


Sedekah merupakan amalan yang dianjurkan bagi umat muslim. Namun terkadang timbul pertanyaan, siapakah yang paling utama menerima sedekah?

Banyak keutamaan sedekah, seperti meningkatkan keimanan kepada Allah SWT, membersihkan harta dan juga memperlancar rezeki. Sedekah juga dapat menjadi cara untuk menolong sesama.

Fahrur Mu'is dalam bukunya yang berjudul Dikejar Rezeki dari Sedekah, menjelaskan bahwa sedekah yang paling utama adalah dilakukan secara diam-diam. Sedekah kepada keluarga, saudara, kerabat ataupun orang terdekat dapat menjadi amalan yang membuahkan pahala.

Siapakah penerima sedekah yang paling utama?

Rasulullah SAW menjelaskan melalui banyak hadits tentang keutamaan sedekah. Termasuk disebutkan juga siapa yang berhak menerima sedekah.

Sedekah yang Paling Utama

1. Sedekah kepada orang yang membutuhkan

Sayyid Sabiq dalam bukunya Fiqih Sunnah Jilid 2 menjelaskan bahwa sedekah yang paling utama adalah yang paling dibutuhkan oleh orang yang menerima sedekah dan manfaatnya dapat dirasakan terus-menerus. Rasulullah SAW pernah bersabda:

أَفْضَلُ الصَّدَقَةِ سَفْيُ الْمَاءِ

Artinya: "Sebaik-baik sedekah adalah mengalirkan (menyediakan) air" (HR Ibnu Majah).

Sedekah dengan mengalirkan air dapat menjadi sedekah yang paling utama jika dilakukan di tempat yang kekurangan air dan banyak orang mengalami kehausan. Apabila tempat tersebut tidak kekurangan air, maka paling baik adalah mengalirkan air ke sungai atau memasang saluran air.

2. Sedekah kepada orang yang memusuhi

Dalam buku Hidup Berkah dengan Sedekah karya Ustadz Masykur Arif, Rasulullah SAW menganjurkan kepada umatnya untuk bersedekah kepada keluarga dekat yang memusuhi umatnya tersebut.

Hal ini dijelaskan Rasulullah SAW:

"Sedekah paling afdhal (utama) ialah yang diberikan kepada keluarga dekat yang bersikap memusuhi." (HR Thabrani dan Abu Dawud).

Tentunya, seseorang yang bersedekah kepada kerabat yang memusuhinya bertujuan agar mereka tidak lagi saling memusuhi serta agar hati mereka menjadi lembut dan sadar.

3. Sedekah kepada keluarga dan kerabat

Sedekah kepada keluarga dan kerabat lebih utama dibandingkan sedekah yang dilakukan untuk orang miskin.

Hal ini sebagaimana dijelaskan Rasulullah SAW dalam sebuah hadits,

"Sedekah untuk orang miskin, nilainya hanya sedekah. Sementara sedekah untuk kerabat, nilainya dua; sedekah dan silaturahmi." (HR Nasa'i).

Islam sangat melarang kepada umatnya untuk memutus tali persaudaraan. Oleh karena itu, bersedekahlah apabila ada kerabat yang memusuhi agar persaudaraan antar sesama muslim tetap terjalin.

4. Sedekah ketika sedang sehat

Mengutip dari kitab Sunan an-Nasai Jilid 2 karya Imam an-Nasa'i, Rasulullah SAW menyatakan sedekah saat dalam keadaan sehat merupakan sedekah paling utama. Sebagaimana dalam hadits shahih berikut.

٢٥٤٢ - (صَحِيحُ) أَخْبَرَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ، قَالَ: حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، قَالَ: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ عُمَارَةَ بْنِ الْقَعْقَاعِ، عَنْ أَبِي زُرْعَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَجُلٌ: يَا رَسُولَ اللَّهِ! أَيُّ الصَّدَقَةِ أَفْضَلُ؟ قَالَ: أَنْ تَصَدَّقَ وَأَنْتَ صَحِيحٌ شَحِيحٌ، تَأْمُلُ الْعَيْشَ، وَتَخْشَى الْفَقْرَ إِرْوَاءُ الغَلِيلِ ) ١٦٠٢(، صَحِيحُ أَبِي دَاوُد)٢٥٥١(، ق].

Artinya: "Mahmud bin Ghailan mengabarkan bahwa Waki mengatakan dari Sufyan dari Umarah bin al-Qa'qa dari Abu Zur'ah dari Abu Hurairah bahwa seseorang pernah bertanya kepada Rasulullah SAW, 'wahai Rasulullah! Sedekah apakah yang paling utama' Lalu beliau menjawab, "kamu bersedekah saat kamu sedang sehat, sangat menyukai harta benda, mengharapkan hidup (yang panjang), dan takut miskin'" (Irwaa'ul Ghaliil No. 1602, Shahih Abu Dawud No. 2551 dan Muttafaq 'alaih).

5. Sedekah suami kepada istrinya

Bagi seorang laki-laki yang telah berkeluarga, sedekah yang pahalanya sangat besar yaitu menafkahi istri dan anaknya. Hal ini bahkan menjadi kewajiban.

Melansir dari buku Solusi Sedekah Tanpa Uang karya Ust. Haryadi Abdullah, menafkahi istri dan anak merupakan sedekah yang pahalanya jauh lebih besar daripada bersedekah kepada orang lain.

Hal ini sebagaimana dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda:

"Sedekah yang terbaik adalah yang dikeluarkan selebih keperluan, dan mulailah dari orang yang kamu tanggung." (HR Bukhari)

Dalam hadits lainnya dikutip dari kitab Bulughul Maram karya Al Hafiz Ibnu Hajar Al-Asqalani sebagai berikut.

وَعَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ) " تَصَدَّقُوا " فَقَالَ رَجُلٌ: يَا رَسُولَ اللَّهِ, عِنْدِي دِينَارٌ قَالَ: " تَصَدَّقْ بِهِ عَلَى نَفْسِكَ " قَالَ: عِنْدِي آخَرُ, قَالَ : " تَصَدَّقْ بِهِ عَلَى وَلَدِكَ " قَالَ: عِنْدِي آخَرُ, قَالَ : " تَصَدَّقَ بِهِ عَلَى حَادِمِكَ " قَالَ: عِنْدِي آخَرُ, قَالَ : " أَنْتَ أَبْصَرُ ". رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ وَالنَّسَائِيُّ, وَصَحْحَهُ إِبْنُ حِبَّانَ وَالْحَاكِمُ

Artinya: "Dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, "Bersedekahlah." Lalu seorang laki-laki berkata, "Wahai Rasulullah, aku mempunyai satu dinar? Kemudian Rasul mengatakan, "Bersedekahlah pada dirimu sendiri." Orang itu lalu berkata, "Aku mempunyai yang lain." Beliau bersabda, "Sedekahkan untuk anakmu." Orang itu berkata, "Aku masih mempunyai yang lain." Beliau bersabda, "Sedekahkan untuk istrimu." Orang itu berkata lagi, "Aku masih punya yang lain." Rasul menjawab, "Sedekahkan untuk pembantumu." Orang itu berkata lagi, "Aku masih mempunyai yang lain." Rasul bersabda untuk yang terakhir kalinya, "Kamu lebih mengetahui penggunaannya." (HR Abu Dawud dan Nasa'i, dinilai shahih oleh Ibnu Hibban dan Hakim).

Sedekah merupakan amalan yang paling mudah dikerjakan, bahkan ada sedekah yang tidak memerlukan harta. Senyum dan salam yang tulus kepada sesama juga merupakan bentuk sedekah. [detik.com]

Selasa, 17 Januari 2023

Apa Hikmah Alloh Menciptakan Syaithan ??

-

ALLAH menyebutkan di dalam Al Quran bahwa segala sesuatu yang diciptakan di muka bumi ini tidak ada yang sia-sia.

“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, Maka peliharalah kami dari siksa neraka”, (Q. S. Ali Imran: 191).

Pengetahun tentang segala yang diciptakan tidak ada yang sia-sia hanya didapat melalui perenungan dan penggunaan pemikiran, seperti penciptaan iblis atau makhluk yang disebut syaithan bila dilihat dari sisi ibadah (pengabdian kita kepada Allah) maka hakikatnya juga ada hikmahnya.

Imam al-Ghazali pernah mengatakan; jika ingin melihat kesalahan/kelemahan kita, carilah pada sahabat karib kita, karena sahabat kitalah yang tahu kesalahan/ kelemahan kita. Jika kita tidak mendapatkannya pada sahabat kita, carilah pada musuh kita, karena musuh kita itu paling tahu kesalahan/kelemahan kita. Sifat musuh adalah selalu mencari kelemahan lawan untuk dijatuhkan.

Syaitan adalah makhluk Allah yang diciptakan dari api yang selalu berusaha mencari kesalahan/kelemahan orang-orang beriman w;aupun kesalahan itu sangat kecil, bukan hanya itu tetapi juga syaitan berusaha mengajak manusia untuk selalu berbuat dengan mengikut hawa nafsu, untuk kemudian digelincirkan kepada kesesatan dengan berbagai cara.

Nah, jika kita telah mengetahui kesalahan/kelemahan kita, entah dari kawan, lawan, bahkan dari syaithan, lalu kita harus berupaya memperbaiki diri, insya Allah kita akan menjadi orang baik dan sukses. Jadi ketika kita berpikir positif, ada juga hikmahnya syaitan itu buat orang-orang beriman terlebih ketika al-Qur’an sudah menyebut apa yang menjadi tugas dari syaithan..

Lebih rinci, di antara hikmah dicipta-kannya setan ialah :

1. Untuk menguji keimanan dan komitmen manusia beriman terhadap perintah Allah. Karena setiap orang yang mengaku beriman kepada Allah pasti akan diuji.

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami Telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?”, (Q. S. Al-Ankabut: 2).

Jika dengan godaan setan seorang mukmin tetap istiqamah dengan keimanannya, maka derajatnya akan ditinggikan oleh Allah dan hidupnya akan bahagia. Tetapi jika ia tergoda dan mengikuti ajakan setan, derajatnya akan jatuh, hina kedudukannya dan dipersulit hidupnya oleh Allah.

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” Kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, Maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang Telah dijanjikan Allah kepadamu”.

“Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta”, (Q. S Al-Fushilat: 30-31).

2. Menguji keikhlasan manusia beriman dalam mengabdi kepada Allah SWT 

Allah SWT menjelaskan bahwa Dia menciptakan jin dan manusia tidak lain supaya mereka mengabdi kepada-Nya.

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku”, (Q. S. Adh-Dhariyat: 56).

Kemudian setan datang menggoda manusia, membangkit-bangkitkan syahwat kepada kenikmatan duniawi, rnembisikkan ke dalam hatinya angan-angan kosong dan keraguan, supaya manusia lupa terhadap tujuan dan tugas hidupnya di dunia. Jika manusia tetap sadar akan tujuan dan tugas hidupnya di dunia, dia akan tetap ridha menjadi hamba Allah dan mengabdi kepada-Nya. Terhadap hamba Allah seperti ini, syaithan tidak akan rnampu menggodanya (QS. 15 : 40). Tetapi jika manusia tergoda, maka gilirannya ia akan menjadi hamba syaithan.

3. Untuk meningkatkan perjuangan di jalan Allah.

Sebab tanpa ada syaithan yang memusuhi kebenaran, maka tidak akan ada semangat perjuangan (jihad) untuk mempertahankan kebenaran. Sedangkan jihad di jalan Allah juga merupakan bukti penting manusia beriman dan ridha sebagai hamba Allah.

4. Allah hendak memberi pahala yang lebih besar kepada para hamba-Nya.

Semakin besar godaan syaithan kepada manusia dan dia mampu menghadapinya dengan baik, maka semakin besar pahalanya di sisi Allah.

“Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman): “Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, Pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan Pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, sebagai pahala di sisi Allah. dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik”, (Q. S. Ali Imran: 195).

5. Agar manusia waspada setiap saat, selalu memperbaiki kesalahan, meningkatkan kualitas ibadah dengan bertaqarrub kepada Allah.

Karena syaithan senantiasa mengintai kelengahan manusia. Sekejap saja manusia lengah, setan akan masuk, lalu mengacaukan hati dan syahwat. Tapi orang yang selalu waspada, akan senantiasa ingat kepada Allah sehingga setan tidak punya kesempatan untuk mengganggunya.

Jadi, bagi orang yang sudah kuat imannya, gangguan setan itu tidak akan merusak ibadahnya. tetapi malah mempertinggi kualitas iman dan ibadahnya. Tantangan tidak pernah selesai dihadapi manusia terlebih dengan maraknya penayangan tingkah laku yang melegalisasi prilaku syaithan, ini sudah menjadi tontonan masyarakat dari berbagai lapisan umur dan kadar iman yang terbanyak masih memerlukan bimbingan.[satu, dua]

Rabu, 14 September 2022

8 Manfaat Keberadaan Nyamuk Bagi Kehidupan Manusia



Ternyata keberadaan nyamuk yang Alloh ciptakan di dunia ini ada hikmah dan manfaat bagi manusia dan alam semesta. berikut ini adalah manfaat dan hikmahnya : 

1. Larva nyamuk menghasilkan zat nitrogen yang berguna bagi ekosistem tanaman. 

Selain oksigen dan unsur kimia lainnya, nitrogen merupakan unsur kimia yang juga penting bagi makhluk hidup. Kandungan nitrogen dipastikan ada dalam setiap tubuh makhluk hidup, misalnya pada zat penyusun kehidupan (asam amino) juga tersusun dari unsur nitrogen.

2. Nyamuk bermanfaat untuk proses penyerbukan tanaman coklat, karenanya jika spesies nyamuk hilang akan menghambat penyebaran dan penyerbukan coklat secara alami.

Penyerbukan adalah peristiwa jatuhnya serbuk sari di atas kepala putik. Penyerbukan diikuti dengan terjadinya pembuahan.

3. Nyamuk dapat membantu menyebarkan bakteri pathogen. 

Pathogen adalah mikroorganisme yang dapat menyebabkan infeksi pada manusia maupun hewan. Meski termasuk sebagai kuman, probiotik dan flora normal ini tidak menimbulkan penyakit, tetapi justru melindungi tubuh manusia dari berbagai patogen pemicu infeksi dan penyakit.

4. Nyamuk berfungsi sebagai rantai makanan spesies lain, seperti kodok, cicak, hingga ikan-ikan yang rasanya nikmat dan akhirnya bisa untuk disantap oleh manusia.

 5. Nyamuk sebagai indikator dini berbagai permasalahan kesehatan.

Ia mampu mendeteksi perubahan suhu hingga derajat yang sangat kecil, dan menyedot darah yang kerbau asam seperti asam laktat, asam urat, serta yang berbau kolesterol.

6. Nyamuk dapat menghisap darah kotor yang merugikan dalam tubuh manusia, di mana tubuh manusia secara otomatis akan memproduksi darah baru lengkap dengan hemoglobin yang berkurang tadi.

7. Nyamuk bisa mengurangi populasi mikroorganisme dari bakteri, terutama bakteri parasit yang terdapat pada air kotor.

 8. Keberadaan nyamuk untuk memotivasi manusia agar hidup lebih sehat, membuat manusia menutup tempat penyimpanan air agar tidak terkotori.

Senin, 29 Agustus 2022

7 Keistimewaan Hasbunallah Wanikmal Wakil Nikmal Maula Wanikman Nasir



Selain mendapatkan keutaman yang seperti itu, berikut ini 7 khasiat lainnya jika mengamalkan zikir Hasbunallah Wani'mal Wakil Ni'mal Maula Wani'man Nasir

1. Meningkatkan keimanan

Adapun makna Hasbunallah Wanikmal Wakil Nikmal Maula Wanikman Nasir yaitu menegaskan bahwa Allah itu Esa dan tidak ada sesembahan lain kecuali Dia.

Allah lah dzat yang hanya kepadanyalah kita menyerahkan segala urusan. Kepada-Nya lah kita memohon pertolongan.

Dan, hanya kepada Allah kita meminta perlindungan.

Kisah Kedahsyatan Dzikir Hasbunallah Wanikmal Wakil Nikmal Maula Wanikman Nasir.

2. Menghilangkan ketakutan

Kedahsyatan dzikir Hasbunallah Wanikmal Wakil Nikmal Maula Wanikman Nasir yang selanjutnya adalah untuk menghilangkan rasa takut.

Hal ini terbukti ketika kejadian pada perang Uhud antara umat Islam dan kafir Quraisy.

Pada saat perang Uhud tentara kaum muslimin banyak yang gugur dalam peperangan, bahkan Rasulullah SAW pun pengalami luka-luka.

Di tengah-tengah rasa lelah dan dalam keadaan berduka, Rasulullah SAW memerintahkan mereka untuk bersiap kembali menghadapi kafir Qurais.

Dan Rasulullah SAW mengajarkan kepada mereka untuk membaca hasbunallah wani'mal wakil.

Maka tidak ada rasa takut sedikitpun yang menyertai mereka.

Bahkan pasukan muslim yang beriman tersebut semakin bertambah teguh imannya sehingga membuat gentar kafir Quraisy.

3. Semakin membuat rendah hati

Rendah hati adalah suatu kondisi hati yang meniscayakan kelapangan dan kepatuhan yang total kepada Allah SWT.

Orang rendah hati biasanya memiliki sikap hidup yang ramah, lembut, bersahaja, tidak egois, dan tidak mudah gundah.

4. Semakin takwa kepada Allah SWT

Tawakal adalah bentuk penyerahan diri dengan sepasrah-pasrahnya kepada Allah SWT.

Dengan membaca zikir Hasbunallah Wanikmal Wakil sebanyak-banyaknya maka kita akan dihiasi cahaya ketawakkalan yaitu adanya keyakinan ihwal satu-satunya tempat bergantung yang tidak lain adalah Allah SWT.

5. Meraih kemenangan

Artian kemenangan disini bisa dalam banyak hal.

Zikir ini dilafalkan oleh Nabi Muhammad SAW saat perang Badar.

Nabi Muhammad SAW juga diriwayatkan melafalkan dzikir Hasbunallah Wanikmal Wakil Nikmal Maula Wanikman Nasir sehingga Allah memberikan kememangan kepada kaum muslimin.

6. Mendapatkan perlindungan Allah SWT

Hasbunallah Wanikmal Wakil Nikmal Maula Wanikman Nasir diucapkan oleh Nabi Ibrahim a.s ketika akan dilempar ke kobaran api.

Nabi Ibrahim menyerahkan hidup dan matinya sepenuhnya kepada Allah.

Hingga Allah berfirman  : Wahai api dinginlah, dan jadilah keselamatanlah bagi Ibrahim.

Allah mengubah api yang panas itu menjadi dingin dan sangat menenangkan. Dan Ibrahim pun tidak terbakar.

7. Membuat hati tentram

Yang terakhir, manfaat dzikir Hasbunallah Wanikmal Wakil Nikmal Maula Wanikman Nasir adalah Allah akan menjanjikan umat-Nya untuk ditenangkan atau ditenteramkan hati mereka.

Allah juga akan menjadikan orang di sekeliling tidak membencinya. (source)

3 Daerah yang Diprediksi Menjadi Kemunculan Dajjal Saat Kiamat



3 daerah yang diprediksi menjadi tempat kemunculan dajjal di hari kiamat, telah disebutkan dalam beberapa hadist dan ayat Al-Qur'an.

Salah satu dari wilayah ini, saat ini telah mengering seperti hadist yang telah dijelaskan.

Dajjal yang pasti akan keluar dari berbagai lokasi ini telah disebutkan tanda-tandanya termasuk mengenai apa yang akan ia lakukan menjelang hari kiamat nanti.

Berikut deretan lokasi kemunculan dajjal di hari kiamat:

1. Aden

Perbukitan Aden yang terletak di wilayah Yaman, menjadi salah satu lokasi yang dipercaya menjadi kemunculan dajjal pada saat hari kiamat tiba.

Aden memiliki kawah yang kembali aktif menjelang hari akhir, akan muncul asap dan api dari kawah tersebut dan menghimpun manusia.

Hal ini telah disebutkan dalam hadist sahih

Nabi Muhammad SAW bersabda:

عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ أَسِيدٍ الْغِفَارِيِّ، قَالَ: اطَّلَعَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْنَا وَنَحْنُ نَتَذَاكَرُ، فَقَالَ:  مَا تَذَاكَرُونَ؟ قَالُوا: نَذْكُرُ السَّاعَةَ . قَالَ: " إِنَّهَا لَنْ تَقُومَ حَتَّى تَرَوْنَ قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ – فَذَكَرَ... وَآخِرُ ذَلِكَ نَارٌ تَخْرُجُ مِنَ الْيَمَنِ ، تَطْرُدُ النَّاسَ إِلَى مَحْشَرِهِمْ


"Akhir dari semua tanda itu adalah api yang keluar dari Yaman, menggiring manusia ke tempat mereka dihimpun."


2. Segitiga Bermuda

Segitiga Bermuda terletak di wilayah bagian barat Samudra Atlantik Utara dengan tiga titik yang dianggap memiliki garis seperti segitiga antara Britania Raya, Puerto Rico dan Miami.

Wilayah ini sangat misterius karena banyak tragedi hilangnya kapal maupun pesawat tanpa jejak, hingga kemunculan hewan-hewan raksasa mengerikan yang tidak bisa dijelaskan.

Wilayah ini diduga menjadi letak keberadaan dajjal, meskipun hanya dugaan sementara.

Hal ini mengacu pada beberapa hadist diantaranya

HR Muslim

إِنَّ إِبْلِيْسَ يَضَعُ عَرْشَهُ عَلَى الْمَاءِ ثُمَّ يَبْعَثُ سَرَايَاهُ


"Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas air (laut) kemudian ia mengutus bala tentaranya."



3. Danau Tiberias

Danau panjang dan luas ini disebut dengan Danau Tiberias yang terletak di sebelah Utara Palestina, disbeutkan dalam sebuah hadist dimana danau ini akan mengering karena disedot oleh Ya'juj dan Ma'juj.

Dalam sebuah Hadist Riwayat Muslim, At Tirmidzi, Abu Dawud dan Ibnu Majah tersebut berbunyi:

عن النواس بن سمعان -رضي الله عنه- أن رسول الله -صلى الله عليه وسلم- قال :وَيَبْعَثُ اللَّهُ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ وَهُمْ مِنْ كُلِّ حَدَبٍ يَنْسِلُونَ ، فَيَمُرُّ أَوَائِلُهُمْ عَلَى بُحَيْرَةِ طَبَرِيَّةَ فَيَشْرَبُونَ مَا فِيهَا


Dari An-Nuwas Rasulullah SAW bersabda, "Kemudian Allah SWT mengeluarkan Yajuj dan Majuj, mereka turun dengan cepat dari bukit-bukit yang tinggi. Setelah itu gerombolan atau barisan pertama dari mereka melewati Danau Thabariyah dan meminum habis semua air dalam danau tersebut."


Lokasi-lokasi tersebut dipercaya menjadi tempat dimana dajjal akan keluar dan saat ini sebagai tempat dimana dajjal bersembunyi sebelum hari akhir. (aya-tribunjateng.com)

Kamis, 21 April 2022

Arti Surat Dalam Al Quran dan Jumlah Ayat Setiap Surat

 







NO NAMA SURAH                                                          JUMLAH AYAT

1 Al Fatihah (Pembuka)                                                             7

2 Al Baqarah (Sapi Betina)                                                   286

3 Ali Imran (Keluarga Imran)                                                    200

4 An Nisa (Wanita)                                                                     176

5 Al Ma'idah (Jamuan)               120

6 Al An'am (Hewan Ternak)               165

7 Al-A'raf (Tempat yang Tertinggi)      206

8 Al-Anfal (Harta Rampasan Perang)       75

9 At-Taubah (Pengampunan)               129

10 Yunus (Nabi Yunus)               109

11 Hud (Nabi Hud)                       123

12 Yusuf (Nabi Yusuf)               111

13 Ar-Ra'd (Guruh)                        43

14 Ibrahim (Nabi Ibrahim)                52

15 Al-Hijr (Gunung Al Hijr)        99

16 An-Nahl (Lebah)                       128

17 Al-Isra' (Perjalanan Malam)       111

18 Al-Kahfi (Penghuni-penghuni Gua)      110

19 Maryam (Maryam)                        98

20 Ta Ha (Ta Ha)                       135

21 Al-Anbiya (Nabi-Nabi)               112

22 Al-Hajj (Haji)                        78

23 Al-Mu'minun (Orang-orang mukmin)      118

24 An-Nur (Cahaya)                        64

25 Al-Furqan (Pembeda)                77

26 Asy-Syu'ara' (Penyair)               227

27 An-Naml (Semut)                        93

28 Al-Qasas (Kisah-kisah)                88

29 Al-'Ankabut (Laba-laba)                69

30 Ar-Rum (Bangsa Romawi)                60

31 Luqman (Keluarga Luqman)        34

32 As-Sajdah (Sajdah)                30

33 Al-Ahzab (Golongan-golongan

                  yang Bersekutu)        73

34 Saba' (Kaum Saba')                54

35 Fatir (Pencipta)                45

36 Ya Sin (Yaasiin)                83

37 As-Saffat (Barisan-barisan)       182

38 Sad (Shaad)                        88

39 Az-Zumar (Rombongan-rombongan)        75

40 Ghafir (Yang Mengampuni)        85

41 Fussilat (Yang Dijelaskan)        54

42 Asy-Syura (Musyawarah)                53

43 Az-Zukhruf (Perhiasan)                89

44 Ad-Dukhan (Kabut)                59

45 Al-Jasiyah (Yang Bertekuk Lutut)       37

46 Al-Ahqaf (Bukit-bukit Pasir)        35

47 Muhammad (Nabi Muhammad)        38

48 Al-Fath (Kemenangan)                29

49 Al-Hujurat (Kamar-kamar)        18

50 Qaf (Qaaf)                        45

51 Az-Zariyat (Angin yang Menerbangkan)   60

52 At-Tur (Bukit)                        49

53 An-Najm (Bintang)                62

54 Al-Qamar (Bulan)                55

55 Ar-Rahman (Yang Maha Pemurah)        78

56 Al-Waqi'ah (Hari Kiamat)        96

57 Al-Hadid (Besi)                        29

58 Al-Mujadilah (Wanita yang

                 Mengajukan Gugatan)        22

59 Al-Hasyr (Pengusiran)                24

60 Al-Mumtahanah (Wanita yang Diuji)      13

61 As-Saff (Satu Barisan)                14

62 Al-Jumu'ah (Hari Jum'at)        11

63 Al-Munafiqun (Orang-orang

            yang Munafik)                      11

64 At-Tagabun (Hari Dinampakkan 

            Kesalahan-kesalahan)        18

65 At-Talaq (Talak)                12

67 At-Tahrim (Mengharamkan)        12

67 Al-Mulk (Kerajaan)                30

68 Al-Qalam (Pena)                        52

69 Al-Haqqah (Hari Kiamat)                52

70 Al-Ma'arij (Tempat Naik)        44

71 Nuh (Nabi Nuh)                        28

72 Al-Jinn (Jin)                        28

73 Al-Muzzammil (Orang yang Berselimut)   20

74 Al-Muddassir (Orang yang Berkemul)     56

75 Al-Qiyamah (Kiamat)                40

76 Al-Insan (Manusia)                31

77 Al-Mursalat (Malaikat-Malaikat

               Yang Diutus)                50

78 An-Naba' (Berita Besar)                40

79 An-Nazi'at (Malaikat-Malaikat

                Yang Mencabut)                46

80 'Abasa (Ia Bermuka Masam)        42

81 At-Takwir (Menggulung)                29

82 Al-Infitar (Terbelah)                19

83 Al-Tatfif (Orang-orang yang Curang)    36

84 Al-Insyiqaq (Terbelah)                25

85 Al-Buruj (Gugusan Bintang)        22

86 At-Tariq (Yang Datang di Malam Hari)   17

87 Al-A'la (Yang Paling Tinggi) 19

88 Al-Gasyiyah (Hari Pembalasan) 26

89 Al-Fajr (Fajar) 30

90 Al-Balad (Negeri) 20

91 Asy-Syams (Matahari) 15

92 Al-Lail (Malam) 21

93 Ad-Dhuha (Waktu Matahari Sepenggalahan Naik) 11

94 Al-Insyirah (Melapangkan) 8

95 At-Tin (Buah Tin) 8

96 Al-'Alaq (Segumpal Darah) 19

97 Al-Qadr (Kemuliaan) 5

98 Al-Bayyinah (Pembuktian) 8

99 Az-Zalzalah (Kegoncangan) 8

100 Al-'Adiyat (Berlari Kencang) 11

101 Al-Qari'ah (Hari Kiamat) 11

102 At-Takasur (Bermegah-megahan) 8

103 Al-'Asr (Masa) 3

104 Al-Humazah (Pengumpat) 9

105 Al-Fil (Gajah) 5

106 Quraisy (Suku Quraisy) 4

107 Al-Ma'un (Barang-barang yang Berguna) 7

108 Al-Kautsar (Nikmat yang Berlimpah) 3

109 Al-Kafirun (Orang-orang Kafir) 6

110 An-Nasr (Pertolongan) 3

111 Al-Lahab (Gejolak Api) 5

112 Al-Ikhlas (Ikhlas) 4

113 Al-Falaq (Waktu Subuh) 5

114 An-Nas (Umat Manusia) 6


https://ramalanartinama.com/terjemahan-alquran.html

Sabtu, 05 Maret 2022

Bersedekah Atas Nama Orang Yang Sudah Meninggal Dunia



Shohih al-Bukhori:1299


عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا: أَنَّ رَجُلاً قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: 


إِنَّ أُمِّي افْتُلِتَتْ نَفْسُهَا وَأَظُنُّهَا لَوْ تَكَلَّمَتْ تَصَدَّقَتْ فَهَلْ لَهَا أَجْرٌ إِنْ تَصَدَّقْتُ عَنْهَا قَالَ: نَعَمْ.


Dari Aisyah ra: Bahwa ada seorang laki-laki yang berkata kepada Nabi saw: 


Ibuku meninggal dunia dengan mendadak, dan aku menduga seandainya dia sempat berbicara dia akan bersedekah. Apakah dia akan memperoleh pahala jika aku bersedekah atas namanya? Beliau menjawab: Ya.


Pesan :

Bersedekah atas nama orang yang sudah meninggal diperbolehkan dalam Islam, dengan harapan pahala untuk orang yang sudah meninggal itu terus mengalir. Meski orang itu tidak bisa melakukan apa-apa di dunia, namun ahli warisnya yang shalehlah yang terus mendoakannya dan bersedekah atas namanya sehingga menjadi amal jariyah yang tidak terputus baginya. (wa group Paradigma)

Mahkota Dzikir Seperti Apa Amalannya..?

 


Mari kita awali pagi ini dengan membaca: Bismillahiirramanirahim

Dilanjutkan dengan membaca:

1. Mahkota Dzikir :

Laa ilaaha illAllahu wahdahu laa syarikalah lahul mulku wallahul hamdu wahuwa 'alaa kulli sya'in qadiir.


2. Mahkota Tasbih :

Subhanallah wabihamdihi 'adada khalqihii waridha nafsihii wa zinata 'arsyihii wll midaada kalimaatihi


3. Mahkota Doa :

Rabbanaa aatinaa fiddunyaa hasanah wafil 'aakhirati hasanatau waqinaa 'adzaa bannaar


4. Mahkota Istighfar :

Allahumma Anta rabbii Laa ilaaha illaa anta, khalaktani wa anaa abduka wa anaa 'alaa 'ahdika wawa'dika mas tatha'tu, a' uudzubika min

syarri maa shana'tu, wa abuu'u laka bini'matika 'alayya wa abuu'u bidzanmbii faghfirlii fa innahu laa yaghfirufz

dzunuuba illaa anta.


5. Mahkota Perlindungan :

Bismillaahil ladzii laa yadhurru ma'asmihi syai'un fil Ardhi walaa fis-samaa-i wahuwas samii'ul 'aliim. 


6. Mahkota Pelepas Bencana :

Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minadzh-dzhalimiin. 


7. Mahkota Penenang Hati :

Laa haula walau quwwata illaa bilaahil 'aliyyil 'adzhiim.


Saudaraku... 

-Jadikanlah Mahkota-mahkota ini menghiasi kepalamu dan membasahi lisanmu. 


-Bagikan Doa-doa ini dgn niat baik mudah-mudahan Allah 

mengangkat segala cobaan dan musibah kita di dunia dan di akhirat. Aamiiin ya robbal 'alamiin


Mari amalkan dan bagikan karena engkau tidak tahu pahala mana yang akan memasukkanmu ke dalam Surga Allah..


Subhanalloh semoga bermanfaat. Aamiin...


Selamat beraktivitas sahabat sholeh sholehah-ku. Semoga kita selalu diberikan kelancaran urusan dan penuh keberkahan. Aamiin Yaa Robbal'alamiin (wa lily )

Kamis, 22 April 2021

Asbabun Nuzul Surat Al Baqoroh Ayat 76

 


lbnu Jarir meriwayatkan dari Mujahid, dia berkata, "Ketika peperangan dengan Bani Quraizhah, Nabi saw. berdiri di bawah benteng mereka. Lalu beliau bersabda,

‘Wahai para saudara kera! Wahai para saudara babi! Wahai hamba-hamba thaghut!’

Mereka pun berkata,

“Siapakah yang memberi tahu hal itu kepada Muhammad? Hal itu pasti berasal dari kalian. Apakah kalian menceritakan kepada mereka tentang apa yang telah diterangkan Allah kepada kalian supaya mereka dapat mengalahkan hujah kalian di hadapan Tuhan?”’

Maka turunlah ayat di atas.

lbnu Jarir meriwayatkan dari jalur Ikrimah dari Ibnu Abbas, dia berkata,

"Dulu orang-orang Yahudi, jika bertemu dengan orang-orang yang beriman mereka berkata, ‘Kami beriman bahwa teman kalian (Muhammad) adalah utusan Allah. Akan tetapi beliau diutus untuk kalian saja.’

Apabila hanya antar mereka bertemu, mereka pun berkata," Apakah dia memberi tahu orang-orang Arab
dengan hal ini?

Karena sesungguhnya kalian dulu minta bantuan kepadanya untuk mengalahkan mereka dan beliau dulu adalah bagian dari mereka."

Lalu Allah menurunkan firman-Nya, yaitu Surat Al Baqoroh ayat 76.

lbnu Jarir meriwayatkan dari Mujahid, dia berkata, "Ketika peperangan dengan Bani Quraizhah, Nabi saw. berdiri di bawah benteng mereka. Lalu beliau bersabda,

‘Wahai para saudnra kera! Wahai para saudara babi! Wahai hamba-hamba thaghut!’

Mereka pun berkata,

“Siapakah yang memberi tahu hal itu kepada Muhammad? Hal itu pasti berasal dari kalian. Apakah kalian menceritakan kepada mereka tentang apa yang telah diterangkan Allah kepada kalian supaya mereka dapat mengalahkan hujah kalian di hadapan Tuhan?”’

Maka turunlah ayat di atas.

lbnu Jarir meriwayatkan dari jalur Ikrimah dari Ibnu Abbas, dia berkata,

"Dulu orang-orang Yahudi, jika bertemu dengan orang-orang yang beriman mereka berkata, ‘Kami beriman bahwa teman kalian (Muhammad) adalah utusan Allah. Akan tetapi beliau diutus untuk kalian saja.’

Apabila hanya antar mereka bertemu, mereka pun berkata," Apakah dia memberi tahu orang-orang Arab
dengan hal ini?

Karena sesungguhnya kalian dulu minta bantuan kepadanya untuk mengalahkan mereka dan beliau dulu adalah bagian dari mereka."

Lalu Allah menurunkan firman-Nya,

Ibnu Jarir meriwayatkan dari as-Suddi, dia berkata,

"Ayat di atas turun kepada beberapa orang Yahudi yang beriman, kemudian mereka menjadi munafik. Lalu mereka mendatangi orang-orang mukmin yang berasal dari kalangan Arab dan memberi tahu mereka dengan hukuman yang pernah menimpa golongan mereka. Maka dengan kesal sebagian mereka (orang-orang Yahudi itu) berkata kepada sebagian yang lain, 'Apakah kalian menceritakan kepada orang-orang mukmin tentang hukuman yang telah diterangkan Allah kepada kalian agar mereka berkata,

‘Kami lebih dicintai dan lebih mulia di sisi Allah daripada kalian?!’"
  <<sip>>

Asbabun Nuzul Surat Al Baqoroh Ayat 62

 



Ibnu Abi Hatim dan al-Adni meriwayatkan di dalam musnadnya dari jalur lbnu Abi Najih dari Mujahid, dia berkata,

"Salman berkata, 'Saya bertanya kepada Nabi saw. tentang para penganut agama yang dulu satu agama dengan saya. Saya katakan kepada beliau juga tentang sembahyang dan ibadah mereka.

Maka turunlah firman Allah,

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, orang- orang Nasrani dan orang-orang Sabi’in, siapa saja (di antara mereka) yang beriman kepada Allah dan hari akhir, dan melakukan kebajikan, mereka mendapat pahala dari Tuhannya, tidak ada rasa takut pada mereka, dan mereka tidak bersedih hati.”

Al-Wahidi meriwayatkan dari jalur Abdullah bin Katsir dari Mujahid, dia berkata,

"Ketika Salman menceritakan kepada Rasulullah tentang kisah rekan-rekannya dulu, Rasulullah bersabda,

"‘Mereka di dalam neraka.’

Salman berkata,

“Maka bumi pun terasa gelap bagiku.”

Lalu turun firman Allah,

‘Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi… .’, hingga firman-Nya, ‘… .dan mereka tidak bersedih hati.’

Maka saya pun merasa sangat lega, seakan-akan sebuah gunung telah disingkirkan dari atas tubuh saya."’
lbnu Jarir dan lbnu Abi Hatim meriwayatkan dari as-Suddi, dia berkata,

“Ayat ini turun pada rekan-rekan Salman al-Parisi (sebelum dia masuk Islam).” <<sip>>

Selasa, 20 April 2021

Asbabun Nuzul Surat Al Baqoroh Ayat 44

 


Al-Wahidi dan ats-Tsa’labi meriwayatkan dari jalur al-Kalbi dari Abu Shaleh dari Ibnu Abbas, dia berkata,

“Ayat ini turun pada orang- orang Yahudi Madinah. Ketika itu salah seorang dari mereka berkata kepada keluarga menantu, para kerabat, dan orang-orang yang mempunyai hubungan sesusuan dengannya yang semuanya adalah muslim, 'Tetaplah pada agama kalian dan pada apa yang diperintahkan oleh orang itu (Muhammad) karena apa yang diperintahkannya adalah benar.”

Ketika itu, orang-orang Yahudi memang terbiasa menganjurkan hal itu kepada orang-orang, namun mereka sendiri tidak melakukannya.<<sip>>

Asbabun Nuzul Surat Al Baqoroh Ayat 26

 


lbnu Jarir meriwayatkan dari as-Suddi dengan sanad-sanadnya, bahwa ketika Allah membuat dua perumpamaan untuk orang-orang munafik, yaitu dalam firman-Nya,

“Perumpamaan mereka seperti orang-orang yang menyalakan api, …” (al- Baqarah: 17)

Dan firman-Nya,

"Atau seperti (orang yang ditimpa) hujan lebat dari /angit, …’’(al-Baqarah: 19)

Orang-orang munafik berkata,

“Allah sangat agung dan mulia, tidak layak bagi-Nya membuat perumpamaan-perumpamaan ini.”

Maka Allah menurunkan firman-Nya,

“Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan …,” hingga firman-Nya, “… .Mereka itulah orang-orang yang rugi.” (al-Baqarah: 26-27)

Al-Wahidi meriwayatkan dari jalur Abdul Ghani bin Sa’id ats- Tsaqafi dari Musa bin Abdirrahman dari lbnu Juraij dari Atha’ dari Ibnu Abbas, dia berkata, "Allah menyebutkan kondisi Tuhan-tuhan orangg-orang musyrik dalam firman-Nya,

‘Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, …"’ (al-Hajj: 73)

Dan ketika Allah menyebutkan tipu daya para Tuhan tersebut, Allah mengumpamakannya seperti rumah laba-laba. Maka orang- orang munafik berkata,

“Tidakkah kalian lihat, ketika Allah menyebutkan lalat dan laba-laba dalam Al-Qur’an yang diturunkan kepada Muhammad, apa yang bisa Dia lakukan dengan keduanya?”

Maka Allah menurunkan ayat ini.

Namun Abdul Ghani-salah satu perawinya-sangat lemah. Abdurrazzaq di dalam tafsirnya, berkata,

“Muammar memberitahu kami dari Qatadah, 'Ketika Allah menyebutkan laba-laba dan lalat, orang-orang musyrik berkata, ‘Mengapa laba-laba dan lalat di- sebutkan dalam Al-Qur’an?’ Maka Allah menurunkan ayat ini.”’

Ibnu Abi Hatim dari Hasan al-Bashri, dia berkata, "Ketika turun firman Allah,

'Wahai manusia! Telah dibuat suatu perumpamaan…" (al-Hajj: 73)

Orang-orang musyrik berkata,"Ini bukan termasuk perumpamaan-perumpamaan,’ atau, ‘Ini tidak menyerupai perumpamaan- perumpamaan.’ Maka Allah menurunkan firman-Nya,

‘Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan…"’ (al- Baqarah: 26)

Saya katakan, "Pendapat yang pertama lebih benar sanadnya dan lebih sesuai dengan awal surah. Dan penyebutan tentang orang-orang musyrik tidak sesuai dengan status surah ini sebagai surah Madianiyyah.

Adapun riwayat yang saya sebutkan dari Qatadah dan Hasan al-Bashri, disebutkan oleh al-Wahidi dari mereka tanpa sanad, dengan lafazh, ‘Orang-orang Yahudi berkata … .’, dan ini lebih sesuai." <<sip>>

Asbabun Nuzul Surat Al Baqoroh Ayat 19

 


lbnu Jarir meriwayatkan dari jalur as-Suddi al-Kabir dari Abu Malik ’ dan Abu Shaleh dari Ibnu Abbas dan dari Murrah dari lbnu Mas’ud dari sejumlah saha at, mereka berkata, "Dulu ada dua orang munafik penduduk Madinah melarikan diri dari Rasulullah menuju tempat orang-orang musyrik. Di perjalanan hujan lebat mengguyur mereka. Hujan tersebut sebagaimana disebutkan oleh Allah. swt. bahwa di dalamnya terdapat petir yang dahsyat dan kilat yang menyambar- nyambar. Setiap kali petir menggelegar, mereka menutupkan jari-jari mereka ke telinga mereka karena takut suara petir itu masuk ke gendang telinga mereka dan membunuh mereka.

Dan ketika sinar kilat berkelebat, mereka berjalan menuju cahayanya. Jika tidak ada cahaya kilat, mereka tidak dapat melihat apa-apa. Lalu keduanya kembali pulang ke tempat mereka, dan keduanya berkata,

“Seandainya saat ini pagi sudah tiba, tentu kita segera menemui Muhammad, lalu kita menyerahkan tangan kita ke tangan beliau.”

Kemudian ketika pagi tiba, keduanya menemui.beliau, lalu masuk Islam dan menyerahkan tangan mereka ke tangan beliau. Setelah itu keduanya menjadi muslirn yang baik. Lalu Allah menjadikan keadaan kedua munafik itu sebagai perumpamaan bagi orang-orang munafik yang ada di Madinah."

Setiap kali orang-orang munafik Madinah tersebut menghadiri majelis Nabi saw., mereka meletakkan jari-jari mereka di telinga karena takut mendengar jika ada wahyu yang turun yang berkenaan dengan mereka atau mereka diingatkan dengan sesuatu yang bisa membuat mereka mati ketakutan. Hal ini sebagaimana dua orang munafik tadi yang menutupkan jari-jari mereka ke telinga mereka.

“… Setiap kali (kilat itu) menyinari, mereka berjalan di bawah (sinar) itu, …” (al-Baqarah: 20)

Jika orang-orang muslim mempunyai harta dan anak-anak yang banyak, serta mendapatkan ghanimah atau kemenangan, mereka ikut di dalamnya dan berkata,
“Sesungguhnya agama Muhammad saw. saat ini adalah benar.”

Maka mereka pun istiqamah di dalamnya, sebagaimana dua orang munafik tersebut yang berjalan di bawah sinar kilat setiap kali sinarnya menyinari.

“… dan apabila gelap menerpa mereka, mereka berhenti…”(al-Baqarah: 20)

Jika harta dan anak-anak orang-orang muslim sedikit, dan mereka tertimpa kesulitan, mereka pun berkata,

“Ini karena agama Muhammad.” Maka, mereka pun keluar dari Islam (murtad) dan menjadi orang-orang kafir, sebagaimana dikatakan dua orang munafik tersebut di atas, ketika kilat tidak menyinari mereka. <<sip>>

Asbabun Nuzul Surat Al Baqoroh Ayat 14

 




AI-Wahidi dan ats-Tsa’labi meriwayatkan dari jalur Muhammad bin Marwan dan as-Suddi dari al-Kalabi dari Abu Shaleh dari Ibnu Abbas, dia berkata, "Ayat ini turun pada Abdullah bin Ubay dan rekan-rekannya. Pada suatu hari mereka bertemu dengan beberapa sahabat Rasulullah. Lalu Abdullah bin Ubay berkata kepada rekan-rekannya itu, ‘Lihatlah bagaimana saya menjauhkan orang-orang bodoh itu dari kalian.’

Kemudian Abdullah bin Ubay mendekati Abu Bakar dan memegang tangannya, lalu berkata,

'Selamat datang ash-Shiddiq, tuan Bani Tamim, Syekh Islam, orang kedua setelah Rasulullah ketika ‘berada di dalam goa, serta orang yang telah mencurahkan jiwa dan hartanya unruk Rasulullah.’

Lalu dia memegang tangan Umar dan berkata, ‘Selamat datang Tuan Bani Adi bin Ka’ab, al-Faruq yang kokoh dalam agama Allah, yang telah mencurahkan jiwa dan hartanya untuk Rasulullah.’

Setelah itu dia memegang tangan Ali dan berkata, ‘Selamat datang anak paman Rasulullah dan menantu beliau. Tuan Bani Hasyim setelah Rasulullah.’

Kemudian masing-masing sahabat Nabi itu pun pergi ke arah yang berbeda.

Lalu Abdullah kembali menemui rekan-rekannya dan berkata,

‘Menurut kalian bagaimana yang saya lakukan tadi? Maka jika kalian melihat mereka berkumpul, lakukan saja seperti yang saya lakukan tadi.’

Rekan-rekannya pun memuji apa yang dilakukan Ubay tadi. Kemudian orang-orang muslim menemui Nabi saw. dan memberi tahu beliau tentang hal itu, maka turunlah ayat di atas."

Isnad riwayat ini sangat lemah. Karena Suddi ash-Shaghir adalah pendusta, demikian juga dengan al-Kalbi. Abu Shaleh sendiri lemah.<<sip>>

Asbabun Nuzul Surat Al Baqoroh Ayat 6-7

 




Ibnu Jarir meriwayatkan dari jalur Ibnu Ishaq dari Muhammad bin Abi Muhammad dari Ikrimah atau dari Sa’id ibnuz-Zubair dari Ibnu Abbas tentang firman Allah dalam surah al-Baqarah ayat 6-7,

“Sesunggulmya orang-orang kafir …”

Kafir adalah sebuah istilah dalam Islam yang digunakan untuk menyebut manusia yang tidak mau beriman (mengakui rukun Iman).

Ketika seseorang disebut muslim adalah ketika ia telah mengucapkan dua kalimah syahadah. Adapun fungsi syahadah adalah sebagai pintu gerbang masuk Islam, inti pengajaran Islam, furqon (pembeda antara muslim dan kafir), mempunyai banyak keutamaan, sebagai ikrar (penyerahan secara totalitas kepada Allah). Dari sini saja sudah bisa diambil garis tentang apa itu kafir. Ketika seseorang tidak mau mengucapkan dua kalimah syahadah maka dia disebut kafir-yahudi, nasrani, Kristen, protestan, hindu, budha, konghucu dan faham-faham lain yang mengingkari pada ketuhanan terhadap Allah SWT.
Kedua ayat ini turun pada orang-orang Yahudi Madinah.

Ibnu Jarir juga meriwayatkan dari Rabi’ bin Anas, dia berkata, "Dua ayat turun pada peperangan al-Ahzaab <<sip>>

Senin, 19 April 2021

Asbabun Nuzul Surat Al Fatehah

 


Meskipun keberadaan surat Al Fatihah dan artinya di awal al Quran, namun surat ini bukanlah surat yang pertama diturunkan oleh Allah Swt. Kitab Tafsir Al Baghowi menjelaskan surat Al Fatiha dan artinya turun setelah surat Al Hijr, sebagaimana dijelaskan dalam ayat 87:

“ Dan sungguh Kami telah memberikan kepadamu (Muhammad) tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang, dan Al Quran yang agung.”

Sebagaimana diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib, menantu Rasulullah Saw, “ surat Al Fatihah turun di Mekah dari perbendaharaan di bawah ‘arsy.”

Riwayat lain menyebutkan, Amr bin Shalih bertutur kepada Kami, “ ayahku bertutur kepadaku, dari Al Kalbi, dari Abu Shalih, dari Ibnu Abbas, ia berkata: “ Nabi berdiri di Mekah, lalu beliau membaca ‘dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, Segala puji bagi Allah Tuhan semesta Alam. Kemudian orang-orang Quraisy mengatakan, “ semoga Allah menghancurkan mulutmu (atau kalimat senada).”

Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah Saw bersabda sata Ubay bin Ka’ab membacakan Ummul Quran pada beliau, “ Demi zat yang jiwaku ada di tangan-Nya, Allah tidak menurunkan semisal surat ini di dalam Taurat, Injil, Zabur dan Al Quran. Sesungguhnya surat ini adalah as-sab’ul matsani (tujuh kalimat pujian) dan Al Quran Al Adzim yang diberikan kepadaku.”<<Sip>>

Postingan Populer

Komentar Yang Masuk :

Para Pendatang Dari :

Flag Counter