Daftar Kategori :

Pilih Bahasa :

Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Agustus 2024

Menjelajah Dunia Oarfish : Fakta Unik & Kisah Ajaib dari Kedalaman Laut yang Menginspirasi Mitos Kiamat



Berikut adalah beberapa fakta menarik tentang ikan oarfish yang juga dikenal sebagai “ikan hari kiamat”:
  1. Ikan Bertulang Terpanjang di Dunia: Giant oarfish (Regalecus glesne) pertama kali dideskripsikan pada tahun 1772. Meskipun jarang terlihat karena hidup di area laut yang sangat dalam (diperkirakan di kedalaman sekitar 1.000 meter), ikan ini memiliki panjang hingga 17 meter dan berat sekitar 270 kg. Beberapa orang menyebutnya “king of herrings” karena kemiripannya dengan ikan haring yang lebih kecil1.

  2. Rasanya Seperti Agar-Agar: Meskipun status konservasi giant oarfish belum banyak diketahui karena jarang terlihat hidup, orang yang pernah mencoba memakannya mengatakan bahwa dagingnya lembek dan lengket, mirip dengan tekstur agar-agar1.

  3. Pemakan Plankton Kecil dan Tidak Berbahaya: Oarfish memakan plankton kecil dan memiliki lubang kecil pada sistem pencernaannya. Meskipun sering dikaitkan dengan kisah sejarah tentang monster laut, ikan ini sebenarnya tidak berbahaya bagi manusia atau pelaut1.

  4. Tidak Memiliki Sisik: Berbeda dari kebanyakan ikan bertulang, oarfish tidak memiliki sisik. Permukaan kulitnya terbuat dari bahan yang disebut guanin, dan meskipun mereka beradaptasi untuk bertahan hidup di bawah tekanan tinggi, kulit mereka tetap lembut dan mudah rusak1.

  5. Mitos Meramal Gempa Bumi: Di Jepang, oarfish telah lama menjadi bagian dari cerita rakyat. Oarfish ramping (Regalecus russelii) yang lebih kecil dari giant oarfish diyakini sebagai utusan dari Istana Dewa Laut. Menurut kepercayaan tradisional Jepang, jika banyak ikan terdampar, itu bisa menjadi pertanda datangnya gempa bumi12.

Jadi, ikan oarfish memang memiliki daya tarik dan misteri tersendiri! ๐ŸŒŠ๐ŸŸ

Senin, 22 Mei 2023

Asal Usul Buah Anggur, dan Merupakan Salah Satu Buah Tertua di Dunia


Anggur merupakan buah dari tanaman yang mempunyai ciri berbatang menjalar panjang atau merambat. Buahnya pun beraneka ragam, ada yang merah, hijau, hitam dan ungu kebiru-biruan.

Selain bisa dinikmati secara langsung, anggur juga seringkali dimanfaatkan sebagai salah satu komponen pada obat penambah darah, hingga obat penambah stamina. Namun masih banyak yang belum tahu bahwa buah anggur menjadi salah satu buah tertua di dunia.

Sejarah Buah Anggur

Mengutip buku “Bertanam Anggur di Pekarangan” oleh Emi Budiyati dan Leni H. Apriyanti, buah ini sudah dibudidayakan sejak 6-8 ribu tahun lalu. Saat itu, buah tersebut juga mulai didomestikasi (pengadopsian tumbuhan ke lingkungan kehidupan manusia) di beberapa bagian belahan dunia. Hal ini karena buah ini mudah dibudidayakan dan memiliki banyak varietas.

Domestikasi buah anggur pertama kali dilakukan di Pegunungan Kaukasus Selatan, yang berada di antara Kaspia dan Laut Hitam, setelah itu menyebar ke Lembah Yordania dan Mesir. Selanjutnya budidaya dan teknologi pengolahan buah ini kemudian masuk juga ke wilayah Yunani dan menyebar ke Spanyol, Jerman, Prancis serta Austria.

Tokoh yang berperan dalam penyebaran budidaya anggur ke belahan bumi lain salah satunya adalah Columbus. Perjalanannya ke seluruh wilayah di dunia membuat budidaya buah tersebut semakin menyebar hingga ke Meksiko, Amerika Selatan, Afrika Selatan, Asia, serta Australia.

Di Indonesia sendiri, buah ini sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Mulanya, buah anggur ditanam pertama kali di Pulau Pisang (Sumbar), lalu akhirnya menyebar juga ke seluruh Nusantara. Buah berbentuk bulat tersebut juga mulai dibudidayakan di daerah Kupang, Sulawesi, Besuki, dan Banyuwangi pada 1828.

Untuk pusat koleksi plasma nutfah anggur di Indonesia berada di kebun percobaan Banjarsari, Kabupaten Probolinggo. Hingga saat ini, kebun tersebut telah memiliki koleksi plasma nutfah sebanyak 49 varietas yang meliputi varietas untuk buah segar, wine, maupun kismis.

Dikutip dari laman unand.ac.id tanaman anggur ini merupakan komoditi yang bisa memberikan nilai tambah, maksudnya bisa dikonsumsi sebagai buah segar atau juga diolah sebagai jus anggur. Jika buah masuk ke dalam waktu kadaluarsa, buah tersebut juga bisa diolah menjadi minuman semacam wine.

Tanaman Tertua di Dunia

Melansir laman sci.news ahli genetika dari Yunnan Agricultural University dan tempat lain menganalisis data genetik dari 3.525 varietas anggur yang dibudidayakan dan liar dari seluruh dunia.

Disampaikan oleh Profesor Peter Nick, seorang peneliti di Institut Ilmu Tanaman Joseph-Gottlieb Kรถlreuter di Institut Teknologi Karlsruhe, dan rekan-rekannya bahwa anggur atau Grapevine adalah salah satu tanaman tertua di dunia.

Disebutkan juga bahwa buah ini adalah salah satu produk tertua yang diperdagangkan di seluruh dunia. Perdagangan buah ini juga mendorong pertukaran budaya, gagasan, dan agama.

Lebih jauh, mereka juga kemudian menghasilkan model evolusi dan domestikasi tanaman anggur yang paling detail sejauh ini yang dapat ditelusuri 11.000 SM di Kaukasus Selatan. Menurut mereka, ini menandakan bahwa anggur lebih tua dari roti.]]

[Informasi ini dari Tempo.co]

Selasa, 01 November 2022

Sejarah Rupiah Menjadi Mata Uang Indonesia


Rupiah Indonesia atau biasa disingkat Rupiah merupakan mata uang resmi yang berlaku di wilayah Republik Indonesia. Penggunaan mata uang ini dicetak dan diatur oleh Bank Indonesia dengan kode ISO 4217 IDR.

Nah, apakah kamu tahu bagaimana sejarah perjalanan Rupiah hingga menjadi mata uang Indonesia? Artikel yang dilansir dari laman Kelas Pintar ini akan menjelaskan sejarah tersebut.

Jika di zaman dulu kala, atau sekitar 6000 SM sistem barter menjadi bentuk alat perdagangan untuk memfasilitasi pertukaran barang dan jasa. Sistem ini digunakan sebelum manusia mengenal uang.

Seiring dengan kemajuan zaman, kemudian mata uang menjadi alat tukar sah yang dikeluarkan berbagai negara di dunia. Meski di zaman Kamu lahir mungkin rupiah sudah menjadi mata uang di Tanah Air, namun tidak sedikit dari kita yang tidak mengetahui sejarah perjalanan rupiah menjadi mata uang sah di Indonesia.

Asal Muasal Nama Rupiah

Berdasarkan sejarah, nama Rupiah berasal dari kata India: rupiya yang juga berakar dari bahasa Sansekerta yaitu: rupyakam yang berarti “perak”. Nama “Rupiah” dijadikan nama mata uang Indonesia dikarenakan pengaruh budaya India yang kuat semasa kejayaan kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Nusantara selama ratusan tahun yang telah terasimilasi kedalam budaya dan perbahasaan di Indonesia.

Dahulu, ada berbagai macam alat tukar yang digunakan untuk bertransaksi, seperti koin emas dan perak. Produk koin pertama yang ditemukan di Indonesia berasal dari dinasti Sailendra yang diproduksi dari abad ke-9 hingga ke-12.

Selain itu, ada untaian manik-manik juga dipakai sebagai alat tukar. Manik-manik ini diproduksi oleh kerajaan Sriwijaya di Sumatra dan menyebar hingga pulau Jawa, Kalimantan sampai Indonesia bagian timur seperti Maluku.

Tak hanya itu, di akhir abad ke-13 Kerajaan Majapahit menerima kedatangan pedagang Cina dan menjadikan koin tembaga sebagai alat tukar di masa itu. Di tahun 1942, Jepang menginvasi pemerintahan Hindia Belanda dan membawa mata uang sendiri termasuk uang lokal dan gulden, lalu melikuidasi bank-bank, termasuk De Javasche Bank.

Setelahnya, terbitlah uang kertas yang dikeluarkan oleh De Japansche Regeering dan menjadi alat pembayaran yang sah sejak Maret 1942. Uang Jepang seharusnya memiliki nilai yang sama dengan uang Belanda, namun terjadi hiperinflasi karena mencetak uang secara berlebihan.

Di tahun 1944, Jepang mengeluarkan uang yang dicetak dalam bahasa Indonesia. Stok uang kertas ini tetap dipakai oleh pemerintah Indonesia sampai tahun 1946 ketika pemerintah baru bisa mencetak uang sendiri.

Pada akhir perang, sekutu NICA mulai mengambil alih kendali atas Indonesia dan mencetak gulden NICA di tahun 1943. Uang ini disebarkan di Papua, Maluku dan Kalimantan. Lalu, ketika uang NICA pertama kali muncul di Pulau Jawa, Soekarno mengeluarkan dekrit (keputusan) segera di tanggal 2 Oktober 1945 yang menyatakan bahwa uang kertas NICA itu ilegal.

Karena tidak memiliki kuasa penuh, akhirnya Belanda memutuskan tidak mengeluarkan uang NICA di kota-kota di Pulau Jawa dan Sumatra. Karena kesulitan mengedarkan uang. Akhirnya lambat laun uang NICA tidak lagi berlaku dan tidak digunakan.

Pascaproklamasi Kemerdekaan

Di tahun 1945, setelah proklamasi kemerdekaan, pemerintah Indonesia memutuskan sudah saatnya untuk membuat mata uang sendiri. Sejarah mata uang Indonesia sendiri berawal pada 1946, yakni dengan diterbitkannya mata uang pertama oleh pemerintah, yakni Oeang Republik Indonesia (ORI). ORI pertama kali diedarkan pada 30 Oktober 1946.

Meskipun demikian, bila dilihat pada lembaran ORI pertama, tertulis emisi bertanggal 17 Oktober 1945. Hal ini menunjukkan banyaknya kendala dalam dalam proses pembuatan, pencetakan, dan peredaran ORI.

ORI diterbitkan oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai identitas dan bentuk kedaulatan ekonomi, serta salah satu upaya untuk menyehatkan perekonomian Indonesia yang sedang mengalami inflasi tinggi. ORI diterbitkan untuk menggantikan mata uang yang sebelumnya diterbitkan oleh Pemerintah Belanda dan Jepang, sebagai salah satu bentuk perlawanan Indonesia.

ORI dibuat dalam desain dan bahan kertas yang sederhana tetapi mampu membangkitkan semangat rakyat Indonesia untuk memperjuangkan kemerdekaan dan kedaulatan ekonomi Indonesia.

Pada saat itu, ORI emisi 1 terbit dalam delapan seri uang kertas yaitu satu sen, lima sen, sepuluh sen, setengah rupiah, satu rupiah, lima rupiah, sepuluh rupiah, dan seratus rupiah. ORI ini juga punya sisi depan dan belakang yang bergambar ciri khas Indonesia, yaitu keris yang terhunus dan teks Undang-Undang Dasar 1945.

Pada tiap lembar yang beredar, ORI ditandatangani oleh Menteri Keuangan yang menjabat dalam kurun waktu 26 September 1945 – 14 November 1945, AA Maramis.

Proses peredaran ORI ke seluruh pelosok negeri bukan tanpa halangan. Faktor perhubungan dan masalah keamanan yang menjadi faktor utama sulitnya pendistribusian mata uang ini ke masyarakat. Apalagi, sebagian wilayah Indonesia masih berada di bawah kedudukan Belanda.

Kedua hal ini menyebabkan pemerintah Indonesia kesulitan untuk menyatukan Indonesia sebagai satu kesatuan moneter. Bahkan, mulai tahun 1947 pemerintah terpaksa memberikan otoritas kepada daerah-daerah tertentu untuk mengeluarkan uangnya sendiri yang disebut Oeang Republik Indonesia Daerah (ORIDA).

Berganti Menjadi Rupiah

Sebagai upaya untuk menyeragamkan uang di wilayah Republik Indonesia Serikat, pada 1 Januari 1950 Menteri Keuangan Sjafruddin Prawiranegara mengumumkan bahwa alat pembayaran yang sah adalah uang federal.

Mulai 27 Maret 1950 telah dilakukan penukaran ORI dan ORIDA dengan uang baru yang diterbitkan dan diedarkan oleh De Javasche Bank yaitu Uang Republik Indonesia Serikat (RIS).

Sejalan dengan masa Pemerintah RIS yang berlangsung singkat, masa edar uang kertas RIS juga tidak lama, yaitu hingga 17 Agustus 1950 ketika Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terbentuk kembali.

Pada Desember 1951, De Javasche Bank dinasionalisasi menjadi Bank Indonesia (BI) sebagai bank sentral. Sesuai dengan tanggal berlakunya Undang-Undang Pokok Bank Indonesia tahun 1953, maka tanggal 1 Juli 1953 diperingati sebagai hari lahir Bank Indonesia di mana Bank Indonesia menggantikan De Javasche Bank dan bertindak sebagai bank sentral.

Di saat yang sama, Bank Indonesia juga merilis uang Rupiah yang berlaku sebagai alat pembayaran. Terdapat dua macam uang rupiah yang berlaku sebagai alat pembayaran yang sah di wilayah Republik Indonesia, yaitu uang yang diterbitkan oleh Pemerintah Republik Indonesia (Kementerian Keuangan) dan yang diterbitkan oleh Bank Indonesia.

Pemerintah RI menerbitkan uang kertas dan logam pecahan di bawah Rp 5, sedangkan Bank Indonesia menerbitkan uang kertas dalam pecahan Rp 5 ke atas. Di tahun 1952 hingga 1953, Bank Indonesia mulai merilis uang kertas baru, mulai dari 1 Rupiah hingga 100 Rupiah. (Medcom.id)

Rabu, 20 Juli 2022

Kisah Seorang Milyader dengan Kebiasaan Yang Unik dan Beda dengan Manusia Pada Umumnya



Umur masih sangat belia pria ini sudah jadi miliader.

Pasalnya, remaja 11 tahun ini sudah memiliki kekayaan yang tak main-main.

Ternyata, kebiasaannya ini saat SD yang membawanya menjadi seorang miliader.

Ia membuang waktu bermainnya dan menggantin dengan hal yang bermanfaat.

Lantas apa rahasianya hingga bisa sukses di usia muda?

Dikutip dari New York Post, Jumat (17/6/2022), remaja tersebut bernama Truth Jones.

Truth Jones atau akrab disapa Truly ini sukses di usia 11 tahun.

ia bahkan bisa menghasilkan uang sendiri sejak usia delapan tahun.

Di mana teman sebayanya masih sibuk bermain dan belum memikirkan soal uang, ia justru mampu mengumpulkan banyak penghasilan.

Remaja asal Amerika Serikat ini juga bisa disebut sebagai selebgram.

Di Instagram, ia memiliki 57,8 ribu pengikut.

Kebiasaan saat SD

Ketika duduk di bangku sekolah dasar (SD), Truly memiliki kebiasaan yang berbeda dengan teman-temannya.

Tak seperti anak SD pada umumnya yang banyak bermain dan belajar, ia justru menghabiskan waktunya untuk menulis buku.

Di usia yang masih belia, tulisan Truly sudah cukup bagus untuk dibaca.

Ia fokus membahas soal iman, keluarga serta olahraga sepakbola.

Tak sekedar menulis, ia bahkan turut mendistribusikan buku tersebut, dijual ke pasaran.

Buku ciptaan Truly ternyata sukses dan laris manis bahkan dalam kurun waktu 90 hari.

Buku best seller yang ditulis Truly itu berjudul The With Within.

"Aku menghabiskan waktu untuk menulis buku. Buku ini laris dalam waktu 90 hari," ungkapnya.

Dalam waktu singkat tersebut, Truly sudah mendapatkan untung Rp 74 juta.

Jumlah tersebut tentu sangat fantastis bagi anak seusianya.

Setelah asik menulis, Truly pun menjajal pekerjaan baru.

Ia memilih menjadi seorang investor.

Keinginan Truly saat itu bahkan sempat dianggap orangtuanya sebagai lelucon.

Saat itu, Truly banyak bertanya ke orangtuanya soal saham.

Melihat sang anak terus menanyakan terkait saham, ibunda Truly pun akhirnya mau menjelaskan soal itu.

Setelah belajar saham, Truly pun akhirnya sukses di bidang itu.

Truly menginvestasikan uangnya dari Rp 44 juta, menjadi 14 miliar.

Ia bahkan menjadi salah satu miliarder muda.

Bukti kesuksesannya yakni ia bisa membeli rumah dengan fasilitas lengkap seperti bioskop pribadi dan gym.

Tak pelit ilmu, Truly juga kerap membagikan pengetahuannya ke beberapa orang yang ingin memulai investasi.

Di usia 14 tahun, kini Truly pun dikenal sebagai seorang investor, penulis, sekaligus motivator.

Ia membuka program bernama The Truth Speaks.

Di sana ia mengajarkan orang-orang yang ingin masuk dan belajar pasar saham. (source)


Postingan Populer

Komentar Yang Masuk :

Para Pendatang Dari :

Flag Counter